Media paywall di Indonesia

Media paywall di Indonesia
Jessica Damiana

Karena jurnalisme berkualitas butuh waktu dan tenaga

Sebelum adanya media daring, audiens media perlu mengeluarkan sejumlah uang untuk menikmati media, entah itu dengan cara membeli majalah atau untuk membeli perangkat radio atau televisi.

Secara umum, media mendapatkan pemasukan dari beberapa sumber, misalnya dari pembaca yang membeli media cetak itu sendiri, iklan, mengadakan acara, advertorial, hingga product placement. Kini, banyak media daring yang menjadikan paywall (artikel berbayar) sebagai salah satu sumber pemasukan. Paywall berarti pembaca media daring tidak bisa menikmati konten secara bebas jika tidak mengeluarkan sejumlah uang untuk berlangganan.

Editor kumparan+, Dea Anugrah menjelaskan bahwa jurnalisme butuh ongkos untuk beroperasi. Pemberlakuan paywall juga didorong dengan pengguna internet Indonesia mulai terbiasa dengan membayar barang belanjaan dengan berbagai macam dompet digital (e-wallet). ‘’Tren paywall di media-media arus utama juga mengindikasikan bahwa ini waktu yang tepat untuk berinvestasi ke penerapan paywall di media kami,’’ ujar CEO dari Hybrid.co.id, Wiku Baskoro, yang menerapkan paywall pada Oktober 2020.

‘’(Paywall) sangat efektif. Apalagi, pertumbuhan pelanggan terus menunjukkan hasil positif tiap bulannya. Efektivitas ini sangat membantu operasional yang bersumber dari iklan dan beragam kerja sama,’’ kata Pemimpin Redaksi Hukumonline.com, Fathan Qorib Zein, yang mengaplikasikan paywall sejak September 2020.

Dea menjelaskan, karena audiens media di Indonesia sudah terbiasa membaca berita lugas atau hard news secara gratis, sulit untuk menghadirkan paywall pada konten yang semacam itu. ’’Di kumparan+, kami menghadirkan berbagai macam konten misalnya liputan khusus, finansial, karier, relationship, dan well-being,’’ kata dia. 

















kumparan+ hanya menghadirkan artikel yang ditulis pembuat konten dan artikel in-depth yang dikerjakan redaksi.

‘’kumparan ingin menjadi media yang mandiri secara finansial. Jika mengandalkan pendapatan dari iklan saja, model ini berpotensi membuat ruang redaksi yang sulit independen,’’ katanya. Sering ditemui fenomena di mana beberapa pengiklan tidak mengizinkan media yang dipasangi iklan untuk meliput apapun soal perusahaan pengiklan.

Sementara itu, Wiku menjelaskan bahwa ide untuk membayar berita media daring belum populer secara luas layaknya audiens yang bersedia membeli media cetak. ‘’Pengguna internet sudah terbiasa dengan prinsip bahwa internet itu gratis, jadi banyak yang menganggap kalau konten artikel berbayar itu tidak masuk akal. Intinya adalah tentang nilai tambah (added value), bisa tidak media menggoda para pembaca ini dengan value yang tidak bisa ditolak, yang akhirnya membuat mereka mau berlangganan,’’ katanya.

Senada dengan Wiku, Dea menambahkan bahwa kumparan+ menghadirkan konten yang disesuaikan dengan kebutuhan para pembaca. ‘’Kita bisa menyesuaikan konten dengan tema yang dibutuhkan para pelanggan. Karena bulan suci Ramadhan sebentar lagi datang, konten yang akan dihadirkan kumparan+ akan berhubungan dengan keagamaan dan mengelola tunjangan hari raya,’’ katanya.

Sejauh ini, kumparan+ menyasar pembaca orang yang mandiri secara ekonomi dan tinggal di perkotaan. Timnya juga menyasar korporasi agar bisa menjadikan langganan kumparan+ sebagai salah satu bentuk timbal balik kepada para karyawan. Biaya berlangganan kumparan+ adalah Rp20,000 per bulan.

‘’Kami berkomitmen menghadirkan satu artikel baru setiap harinya, yang berarti tim mesti menghubungi hampir 10 pembuat konten dalam waktu yang bersamaan untuk memastikan ketersediaan artikel baru per harinya,’’ ujar Dea.

Wiku kembali menjelaskan, perbedaan artikel bebas akses dengan Premium Content pada Hybrid.co.id adalah dari sisi kualitas, kedalaman, serta angle artikel. ‘’Artikel Premium Content yang dikerjakan sekitar dua hari bisa memberikan kedalaman konteks, serta menampilkan data, wawancara dan analisis. Artikel bebas akses biasanya seputar berita industri gaming sehari-hari, profil singkat atau ficer yang tidak terlalu mendalam,’’ katanya.

Ide untuk mengerjakan artikel Premium Content bisa datang dari ide masing-masing reporter, tren yang ada di masyarakat, atau tawaran ide cerita dari pihak eksternal. ‘’Pitch ini akan diolah dahulu, apakah layak atau tidak, tim redaksi akan menganalisis, lalu kalau pun tema yang ditawarkan itu menjadi artikel, kami akan mencoba angle yang mungkin lebih luas atau mungkin juga lebih spesifik,’’ kata dia.

Premium Content pada Hybrid.co.id juga tersedia dalam bahasa Inggris. Para pelanggannya adalah pelaku ekosistem e-sports, media, dan juga masyarakat biasa. Media daring ini mematok tarif dari Rp3,000 per artikel hingga Rp100,000 untuk berlangganan hingga enam bulan.

Sementara itu, Hukumonline.com memberlakukan biaya berlangganan sejumlah Rp42,000 per bulan. ‘’Artikel pada Premium Stories lebih komprehensif dengan menampilkan data, kaidah hukum, doktrin, yurisprudensi dan analisis mendalam atas isu hukum yang diangkat,’’ kata Fathan.












Paywall kini menjadi salah satu cara mendapatkan pemasukan bagi media daring. 

Fathan menjelaskan, Pembaca Hukumonline.com kebanyakan terdiri dari advokat, legal counsel atau compliance, serta akademisi. Ia menilai artikel berbayar sangatlah efektif. Di luar Premium Stories, Hukumonline.com juga memiliki produk Hukumonline.com PRO yang berisi analisis perundang-undangan dan informasi terkini lanskap hukum. 

‘’Saya percaya dengan menu konten yang beragam, orang-orang bersedia mengeluarkan uang. Terlebih dengan konten pengembangan diri, kami yang menyesuaikan kebutuhan pasar,’’ tutur Dea.

Wiku menambahkan, mengingat paywall pada Hybrid.co.id masih baru, pendapatannya belum bisa menggantikan pendapatan dari iklan atau acara. ''Kami masih melakukan banyak tes kepada termasuk survei ke pembaca untuk format atau arahan konten yang cocok,’’ kata Wiku.

Lebih banyak cerita


basis data media Telum

  • Wiku Baskoro
  • Fathan Qorib Zein
  • Dea Anugrah
  • Telum Media
    10 kontak
    8 permintaan media
  • Hukumonline.com
    8 kontak
  • kumparan kumparan+
    2 kontak
  • Hybrid.co.id
    3 kontak

Hubungi kami untuk detail lebih lanjut

Meminta Demo

layanan peringatan Telum

Lansiran email reguler yang menampilkan berita terbaru dan perpindahan dari industri media di seluruh Asia Pasifik

Berlangganan alert