Telum talks to… Tubagus Guritno, Pemimpin Redaksi, TabloidBintang.com

Telum talks to… Tubagus Guritno, Pemimpin Redaksi, TabloidBintang.com

Kali ini Telum berbincang-bincang dengan Pemimpin Redaksi TabloidBintang.com, Tubagus Guritno mengenai liputan dunia hiburan di Indonesia dan dampak adanya selebritas yang menjadi vlogger.

Boleh tolong ceritakan bagaimana tim redaksi TabloidBintang.com bekerja?
Setiap harinya, kami mempublikasikan 50 artikel. Redaksi mendapatkan ide untuk menggarap berita karena momen tematik, misalnya saja Hari Kartini dan Ramadan. Selain itu ada isu-isu yang tidak kita rencanakan, misalnya selebritas yang bercerai dan sebagainya. Kalau dari peristiwa yang seperti itu, kami bisa mengembangkan artikel menjadi profil sang selebritas, latar belakang pendidikannya dan semacamnya. Artikel yang tayang di TabloidBintang.com tidak hanya informatif, tetapi kami juga menggarap artikel yang bersifat hiburan semata, contohnya jika ada video yang viral di media sosial.

Para editor bekerja menggunakan sistem piket, sementara para reporter bertugas untuk meliput selebritas tertentu. Misalnya jika sudah ada yang fokus dengan Presenter Ruben Onsu, tidak ada reporter lainnya yang ikut meliput Ruben. Hal ini dilakukan agar tiap reporter memiliki pemahaman yang mendalam mengenai sosok selebritas tersebut.

Boleh tolong berikan contoh berita yang tidak akan diliput oleh TabloidBintang.com?
Kami menolak berita yang berhubungan dengan SARA, seksualitas, alkohol, dan rokok. Jika ada isu SARA pada dunia hiburan, yang diangkat adalah penjelasan bagaimana masyarakat bisa menyikapi peristiwa tersebut.

Apa pandangan TabloidBintang.com terhadap selebritas yang kini menjadi vlogger?
Secara pekerjaan memang jadi lebih mudah, tetapi menurut kami ada sisi menyusahkannya juga. Karena dulu kalau selebritas memiliki komentar, mereka akan mengatakannya kepada media. Sementara sekarang, selebritas hanya mau diwawancarai oleh sesama selebritas lainnya kemudian hasilnya akan dijadikan video di YouTube. Setelah tayang, kami baru bisa mengutipnya agar bisa menjadi berita. Akibatnya, semakin sulit bagi media untuk mendapatkan wawancara eksklusif dengan para selebritas.

Bagaimana tim redaksi bekerja di tengah pandemik yang sudah berjalan lebih dari setahun?
Sekarang kami bekerja secara hybrid, setiap hari Selasa para wartawan datang ke kantor untuk melakukan evaluasi liputan dan proyeksi liputan. Sementara pada hari lainnya, kami bekerja dari rumah. Untuk acara liputan pernikahan selebritas, kami harus memanfaatkan siaran langsung dari YouTube karena tidak ada akses untuk meliput langsung. 

Sebelum pandemik, kami sering kedatangan selebritas untuk diwawancarai secara eksklusif di studio. Hasilnya adalah artikel, pemotretan, dan bisa juga konten video yang akan disiarkan pada YouTube dan media sosial. Sekarang pemandangan itu sudah tidak ada lagi. Selebritas hanya mau diwawancarai di televisi karena stasiun televisi menyediakan tes swab.

Keterbatasan liputan secara daring adalah waktu dan gestur. Kalau dulu, wartawan bisa mewawancarai selebritas dengan cara doorstop sampai informasi yang diinginkan bisa didapatkan.
Pada awal pandemik, banyak jadwal konferensi pers daring yang waktunya bertabrakan sehingga kami harus menentukan mau meliput yang mana. Sekarang, kami menggunakan beberapa gawai untuk menghadiri beberapa konferensi pers yang diadakan dalam waktu yang sama.

Apa saja hal-hal penting yang harus diperhatikan para praktisi komunikasi ketika berkomunikasi dengan wartawan?
Informasi yang disampaikan dalam rilis pers sebaiknya tidak hard selling, karena informasi semacam itu hanya cocok bagi tim marketing yang dapat diajak bekerja sama dalam pembuatan advertorial. Para Humas juga bisa mengadakan konferensi pers sekitar pukul 4 sore hingga 5 sore agar wartawan bisa ngabuburit. Mereka bisa mengirimkan takjil juga agar suasana buka puasa terasa. Itu adalah gestur yang baik.

Lebih banyak cerita


basis data media Telum

  • Tubagus Guritno
  • TabloidBintang.com
    7 kontak

Hubungi kami untuk detail lebih lanjut

Meminta Demo

layanan peringatan Telum

Lansiran email reguler yang menampilkan berita terbaru dan perpindahan dari industri media di seluruh Asia Pasifik

Berlangganan alert