Telum Talks To: Sonya Michaella dari IDN Times
Interview

Telum Talks To: Sonya Michaella dari IDN Times

Telum berbincang dengan Sonya Michaella dari IDN Times, peraih Jurnalis Media Online Terbaik dalam Adam Malik Awards 2024 dari Kementerian Luar Negeri. Penghargaan ini diberikan kepada jurnalis dan media yang aktif meliput usaha diplomasi Indonesia

1. Boleh diceritakan keseharian Anda sebagai Jurnalis?
Di IDN Times, saya fokus meliput diplomasi Indonesia, kegiatan menteri luar negeri dan Kementerian Luar Negeri, serta politik luar negeri Indonesia. Caranya, dengan mengikuti kegiatan weekly press briefing dari Kementerian Luar Negeri, menerjemahkan berita dari kantor berita asing, mewawancarai narasumber ahli seputar isu-isu hangat, serta menghadiri acara yang dibuat oleh lembaga think tank, kedutaan besar maupun organisasi asing.

Jika ada isu-isu yang beririsan dengan desk lain, misalnya seputar jet tempur, kami akan berdiskusi secara internal dengan wartawan yang meliput isu pertahanan siapa yang akan meliput acara tersebut. Isu konflik antarnegara disenangi pembaca IDN Times.

Saya berusaha untuk mengirimkan artikel kepada editor pada pukul 06.30 WIB, karena pembaca media daring banyak membaca di pagi hari. Jika ada acara media yang selesai pada malam hari, artikelnya bisa dipublikasikan keesokan hari pada jam ini.

IDN Times juga memiliki wawancara khusus bernama Ambassador’s Talk di mana kami mewawancarai duta besar asing yang berkedudukan di Jakarta atau duta besar asal Indonesia yang berkedudukan di luar negeri. Hasil wawancaranya dipublikasikan melalui video YouTube atau secara langsung di Instagram.

2. Tantangan meliput isu internasional?
Media daring mewajibkan wartawannya untuk menuliskan artikel sesuai kuota yang ditentukan. Terkadang, beritanya sepi. Tidak ada kegiatan press briefing dari institusi manapun, perayaan kemerdekaan negara (national day), maupun peristiwa di luar negeri. Akhirnya, saya perlu menggali ide dengan mewawancarai narasumber ahli mengenai perkembangan isu-isu terkini ataupun menerjemahkan berita dari kantor berita asing

Anda memiliki pengalaman kurang lebih delapan tahun meliput isu-isu diplomasi, boleh ceritakan pengalamannya selama ini?
Saya adalah lulusan Sastra Inggris. Saat pertama menjadi wartawan di tahun 2015 untuk media sebelumnya, Medcom.id, saya masih ‘’buta’’ akan isu-isu internasional. Saat itu, saya perlu membaca jurnal untuk mendalami suatu isu. Salah satu cara yang saya lakukan juga ngobrol dengan para jurnalis senior dari media lain untuk mendapat pemahaman yang lebih luas akan suatu topik.

3. Tips bagi jurnalis yang baru meliput isu-isu internasional?
Sekarang relatif lebih mudah, karena KBRI atau KJRI aktif mem-posting kegiatannya melalui media sosial. Media asing atau sesama media lokal lainnya juga memiliki artikel explainer, di mana ada penjelasan komprehensif mengenai suatu isu, misalnya saja apa itu International Court of Justice dan sebagainya. Artinya, tidak ada kata tidak bisa dalam memahami isu-isu diplomasi.

Jurnalis muda juga harus berani bertanya dalam momen doorstop atau sesi tanya jawab, serta berani untuk meminta kontak narasumber dari para jurnalis senior yang meliput di lingkup Kementerian Luar Negeri. Asalkan, jangan terkesan angkuh dalam berinteraksi.

Selain itu, rekan-rekan wartawan yang baru meliput isu internasional juga disarankan untuk melihat akar dari suatu masalah untuk menghindari bias dalam peliputan.

4. Bagi personal maupun media, apa manfaatnya menerima Adam Malik Awards?
Tentunya personal branding bagi media dan personal. Penghargaan ini bisa menjadi ‘’nilai jual’’ pada CV dan bagi IDN Times, tentunya menjadi media yang diperhitungkan dalam pemberitaan isu-isu diplomasi.

5. Rencana ke depannya?
Adam Malik Awards ini menjadi penyemangat bagi saya. Ternyata, working mom juga bisa berkarya. Pandangan masyarakat terhadap working mom selama ini ‘kan, ‘’Ngapain sih bekerja mending ngurus anak’’. Prestasi yang saya dapatkan ini bisa mematahkan argumen bahwa working mom bisa, bisa menjadi jurnalis dengan lingkungan kerja yang pace-nya cepat dan harus liputan ke sana ke sini. Asalkan ada support system di dalam hidup ibu yang bekerja sebagai wartawan.

6. Tips bagi humas yang mengurusi wartawan pewarta berita internasional?
Jadikan media sebagai stakeholder dalam ruang lingkup komunikasi. 

More stories


Telum Media

Database

Jurnalis
Sonya Michaella

Journalist

Media
IDN Times

77 contacts, 10 permintaan media

Get in touch to hear more

Minta demo

Telum Media

Peringatan

Lansiran email reguler yang menampilkan berita terbaru dan perpindahan dari industri media di seluruh Asia Pasifik

Berlangganan alert