Telum Talks To... Intan Yusan Septiani, Sajian Sedap

Telum Talks To... Intan Yusan Septiani, Sajian Sedap
Muhammad Arby

Pekan ini, Telum berbincang dengan Pemimpin Redaksi Sajian Sedap, Intan Yusan Septiani, mengenai resep masakan hingga peran humas terhadap media kuliner.

Apa ciri khas dari media Anda dengan publikasi kuliner lainnya?
Selain memberikan inspirasi masakan harian, kami juga memberikan panduan untuk usaha. Sehingga itu menjadi diferensiasi dari yang lain. 

Kami juga memodifikasi resep-resep yang mungkin orang sudah tahu, sehingga resep tersebut memiliki nilai jual / nilai tambah ketika menjadi produk yang siap jual. Dan kami juga punya dapur uji sendiri.
 
Ada dapur uji di dalam kantor redaksi?
Iya, ada dapur uji. Setiap resep kami uji minimal dua kali, sehingga untuk takaran bahan dan bumbu menjadi pas. Selama ini pembaca kami mengakui takaran bahan sudah cukup pas, sehingga tidak perlu menyesuaikan lagi ketika mereka memasak sendiri.


Sajian Sedap memiliki dapur khusus di kantor redaksi untuk uji coba masakan. (Dok. pribadi)

Seperti apa tim Sajian Sedap dalam membuat sebuah konten kuliner?
Tim kami terbagi dalam beberapa divisi. Ada Culinary Officer yang bertugas untuk membuat dan modifikasi resep, lalu ada Kitchen Test Officer yang menguji resep-resep tersebut, dibantu dengan Videografer, Fotografer, Food Stylist, dan tim Media Sosial untuk membantu proses produksi.

Apakah Anda melihat Food Vlogger sebagai kompetitor?
Sejak zaman media sosial, saingan media kuliner seperti Sajian Sedap itu bukan lagi media. Tetapi justru personal-personal atau bahkan para produsen perusahaan bahan makanan. Nah justru dengan kehadiran mereka, kami berkolaborasi.
 
Lantas bagaimana strategi SajianSedap.com dalam menyajikan konten di media sosial di tengah persaingan tersebut?
Kami cari celah. Kalau vlogger review makanan di luar, kami cari cara makanan yang viral tersebut untuk bisa dibuat di rumah dengan bahan yang ada.


Proses pembuatan konten di Sajian Sedap. (Dok. pribadi)
  
Sebagian orang lebih suka melihat video ketika memasak. Apakah minat masyarakat Indonesia untuk membaca ulasan resep masih tinggi? 
Tingkat pencarian resep akan meningkat ketika ada momen-momen tertentu misalnya menjelang imlek. Atau idul adha, mereka membutuhkan resep inspirasi untuk mengolah daging.
 
Ketika orang melihat video masak, barangkali terbatas dengan durasi. Orang tetap butuh resep tertulis agar lebih tepat takarannya.
 
Sajian Sedap tak hanya sekadar menunjukkan bahan dan cara memasak, tapi juga menjadikan bahan ekonomis menjadi terlihat mewah dan bisa dibuat di rumah. (Dok. pribadi)

Bagaimana peran humas dalam mendukung Anda mendapatkan materi pers yang relevan seputar kuliner?
Sangat penting. Karena humas menjadi penghubung antara pihak media dengan produsen bahan makanan.

Apa yang perlu ditingkatkan dari humas di Indonesia?
Belakangan lebih baik dibandingkan dua tahun belakangan. Sebelumnya mereka memberikan rilis hanya sekadar teks, sangat hard sales, dan tanpa disertai dengan foto pelengkap. Sekarang humas sudah banyak yang mengerti kebutuhan media.
 
Lihat konten Telum lainnya:
Telum Talks To… Helena Eka Santhika, Jalantikus.com
Telum Talks To... Andry Suryawenata, IN Today Media
Telum Talks To... Haifa Inayah, Chief Executive Officer of Catch Me Up!
Year-end recap: Yang mungkin terlewat di 2021
Jurnalis Indonesia bersiap sambut offline events

Lebih banyak cerita


basis data media Telum

  • Intan Yusan Septiani
  • Sajian Sedap
    5 kontak
    1 media request

Hubungi kami untuk detail lebih lanjut

Meminta Demo

layanan peringatan Telum

Lansiran email reguler yang menampilkan berita terbaru dan perpindahan dari industri media di seluruh Asia Pasifik

Berlangganan alert