Telum Talks To... Ira Guslina, Editor-in-Chief, Tempias.com

Apa itu Tempias.com?
Tempias.com adalah portal berita pasar modal dan ekonomi. Sesuai namanya, kami memang fokus pada isu pasar modal, ekonomi, bisnis. Dan karena tagline kami business & Smartlive, kami juga membahas hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat masa kini.

Apa yang menjadi target audience Tempias.com?
Sejak awal kami memang menarget di bidang pasar modal dan ekonomi. Kami paham bahwa media mainstream yang fokus pada isu pasar modal ini masih terbatas sedangkan kebutuhan informasi semakin meningkat.  
Kami melihat bahwa kecenderungan tren investor itu mereka akan mencari informasi sebanyaknya  sebelum melakukan tindakan investasi. Ini merupakan ruang bagi kami, sehingga ketika kami spesifik di pasar modal, ekonomi dan bisnis, maka akan mempunyai targeted audience yang bisa digarap.

Apa isu yang menarik di 2022?
2022 akan menjadi tahun yang menarik dan mungkin unpredictable karena banyak perubahan. Kami melihat ada dua isu yang menarik dan menjadi catatan. Pertama, membanjirnya investor retail. Kenapa itu menarik? Kehadiran mereka memberi ruang bagi kami untuk memberikan informasi. OJK juga mencatat literasi keuangan kami masih sangat rendah, termasuk literasi dalam hal investasi. Oleh karena itu, informasi seputar investasi, profil risiko, hal-hal yang perlu diperhatikan, akan menjadi sangat penting.
Hal menarik lainnya yang akan banyak berpengaruh di ekonomi Indonesia adalah inflasi. Inflasi itu orang bilang the silent killer. Sekarang mungkin kita belum merasakan, tapi dia akan ada. Apalagi ada dua faktor besar yang terjadi hari ini seperti kenaikan suku bunga di Amerika,  kemudian ketidakstabilan ekonomi global akibat konflik di Ukraina, yang akan banyak berpengaruh kepada harga-harga komoditi.
 
Lihat konten Telum lainnya:
Telum Talks To… Helena Eka Santhika, Jalantikus.com
Telum Talks To... Andry Suryawenata, IN Today Media
Telum Talks To... Haifa Inayah, Chief Executive Officer of Catch Me Up!
Jurnalis Indonesia bersiap sambut offline events
Telum Talks To... Intan Yusan Septiani, Sajian Sedap

Apa hal penting tentang jurnalis bisnis yang mungkin tidak banyak orang ketahui?
Jurnalis bisnis itu harus teliti, karena berkaitan dengan angka. Salah atau kelebihan angka 0 atau koma akan berdampak besar, apalagi terhadap laporan keuangan perusahaan.
Kedua, jurnalis bisnis itu harus sabar. Contohnya seperti di sektor politik, kita mungkin bisa mengutip siapa saja untuk ditulis. Tapi di media ekonomi tidak berlaku seperti itu. Kami sendiri sebetulnya mau saja untuk mengutip siapa saja, tapi biasanya brand-nya yang melarang, karena kutipan tersebut perlu di-ACC. Kalau kami mewawancarai orang yang bukan level atas juga tidak dapat kita kutip, jadi perlu sabar karena satu pertanyaan bisa memakan cukup banyak waktu.

Rilis pers yang ideal menurut Anda itu seperti apa?
Sebagai jembatan, rilis pers, tentunya menjembatani kepentingan korporat dan juga publik. Bagi kami di media yang dibutuhkan adalah rilis pers yang memberikan informasi yang luas, tidak hanya tentang what, tapi juga how, apa dampaknya, next-nya apa. jadi tidak hanya terpaku pada kegiatan yang dilakukan saat itu, tapi juga hal-hal berkaitan di belakangnya.
Janganlah menganalogikan rilis pers itu akan langsung kami sampaikan sama persis, karena jurnalis / media bukanlah humas dari korporat. Kami berpihak kepada kebutuhan orang banyak akan informasi yang lebih luas terhadap suatu hal seperti aksi korporasi dan kebijakan yang akan diambil.
 
Mendekati perayaan hari kartini, apakah ada pesan/saran bagi jurnalis perempuan di Indonesia?
Hari Kartini ini adalah momen yang sayang untuk dilewatkan tanpa melakukan refleksi terhadap diri sendiri dan keberadaan perempuan itu sendiri.
Sebagai perempuan, kita harus meyakinkan diri bahwa tidak ada ruang yang membatasi dan membedakan kita untuk melakukan aktivitas seperti yang dilakukan oleh kelompok di luar kelompok  perempuan. Tetaplah berkarya karena pada akhirnya, yang membedakan kita itu bukanlah tentang  apakah kita terlahir sebagai perempuan atau bukan, tetapi bagaimana karya yang kita hasilkan sehingga fokuslah pada pengembangan diri, hasilkan karya terbaik, lakukan sesuatu dengan profesional, maka jurnalis perempuan, videografer perempuan, fotografer perempuan, tidak ada lagi embel-embel perempuan di belakangnya. Ini adalah tentang profesi kita tetapi bukan gender kita.

giphy.gif

Lebih banyak cerita


basis data media Telum

  • Ira Guslina Sufa
  • Tempias.com
    1 kontak

Hubungi kami untuk detail lebih lanjut

Request demo

layanan peringatan Telum

Lansiran email reguler yang menampilkan berita terbaru dan perpindahan dari industri media di seluruh Asia Pasifik

Berlangganan alert